Ini Perbedaan Perawatan Daihatsu Xenia 1.5 dan 1.3

PT Astra Daihatsu Motor atau ADM baru saja meluncurkan Grand New Xenia pada 15 Januari 2019 dengan tiga varian utama yaitu 1.3 X, 1.3 R dan 1.5 R Deluxe. Antara varian Daihatsu Xenia 1.3 dan 1.5 tentunya memiliki perbedaan dalam perawatan.

Head, Product Improvement / EDER Dept Technical Service Division PT ADM, Bambang Supriyadi mengatakan, perbedaan utama pada volume oli nya yang berbeda sedikit sekitar 0,3 liter. Untuk 1.3 itu butuh 2,7 atau 3 liter, kalau yang 1.5, 3,5 liter atau dibulatkan 4 liter.

Perbedaan kuantiti ini, lanjut dia, berpengaruh pada perbedaan ongkos servisnya. “Kalau sampai jarak di 100.000 kilometer itu ada perbedaan Rp 200 ribu lebih mahal untuk 1.5. Jadi lebih mahal Rp 70 ribuan untuk 1.5L di tiap pergantian oli di 10.000 kilometer dengan jenis oli yang sama,” ujarnya di Sibolga, Sumatera Utara.

Ia mengatakan, kedua pada kuantiti minyak rem, yang harus diganti 40.000 kilometer sekali. Varian 1.5 sudah ABS dan kontrol rem diatur komputer, tapi pelaksananya tetap minyak rem.

"Varian 1.3 kuantiti minyak rem tak sebesar 1.5,  jadi yang tanpa ABS (varian 1.3) itu butuh 2 botol, sedangkan 1.5  bisa 2,5 botol,” katanya. Soal harga, satu botol minyak rem dibanderol Rp 50 ribu, sehingga butuh 3 botol untuk 1.5.

Selain itu, menurut dia, rata-rata perawatannya masih sama, seperti pergantian komponen hingga transmisi.  Namun, terkadang kata Bambang, konsumen kalau sedah melakukan servis rutin tiap 10.000 kilometer atau 6 bulan sekali, mereka tutup mata, tutup telinga.

“Artinya kami ingin konsumen memahami juga, memang secara schedule maintenance betul, tapi secara mingguan konsumen juga harus peduli, misalnya mengecek air wiper, jadi tidak perlu menunggu sampai 6 bulan atau 10.000 kilometer,” ujarnya.

Oli mesin, minyak rem, radiator dicek secara visual setiap minggu, tidak perlu membuka tutupnya cukup lihat dari ukuran botol yang tertera apakah berada di level low atau high. “Posisi berada di antara keduanya itu sudah cukup, yang penting jangan di atas batas high dan jangan di bawah batas low,” kata Bambang.